Setiap orang punya kadar kreativitas masing-masing.
Untuk dapat menumbuhkan kreativitas dapat dilakukan dengan beberapa cara.
Berikut 7 Cara Mengembangkan Kreativitas Diri.
1. Amatilah sesuatu yang dikenal Amatilah sesuatu kurang
lebih 10 menit, dan gambarkan kembali apa yang Anda ingat. Tujuannya adalah
untuk melatih dan mempertajam ingatan Anda. Jangan berhenti pada visualisasi
saja lho, semua indera juga dapat membantu Anda dalam membangun kreatifitas karena
smua indera yang ada pada diri kita memperoleh masukan sepanjang hari. Ingat,
membangun kreatifitas berarti mempertajam pikiran, dan itu berarti juga
meningkatkan kepekaan pengindraan pada diri kita.
2. Jangan menunda pekerjaanWahh… makannya jangan suka malas,
karena salah saatu hal yang mengherankan tentang ide-ide adalah bahwa otak
dapat diperintah untuk bekerja dengan autopilot (emangnya kapal ato pesawat
dong yang bisa pke autopilot.. hehe). Jika Anda memberinya gagasan-gagasan
dasar dan rangsangan yang cocok, akhirnya otak akan memunculkan gagasan-gagasan
yang dapat diteruskan. Namun ada kecendrungan apabila dihadapkan pada
persoalan, maka Anda akan menunda sampai menit terakhir, dengan dalih bahwa
otak akan berkerja secara optimal kalau dalam keaadaan terdesak. Dan itu memang
ada benarnya, karena ketegangan batas waktu mempersatukan pikiran dengan baik
sekali. Tetapi Anda tidak memberikan kesempatan yang cukup kepada otak untuk
menghasilkan pekerjaan yang optimal. Jika Anda mengerjakan jauh hari sebelum
batas waktu, tidak berarti ente harus merampungkan, tetapi hanya memberi
masukan yang leebih baik kepada diri sendiri untuk menyadari dimensi-dimensi
lain dari keadaan yang ente hadapi.
3. Pejamkan mata dan biarkan pikiran mengembaraBerkhayal juga bisa
menghasikan ide lho, dengan cara membiarkan alam tak sadar Anda mengerjakan
sesuatu dan biarkan pikiran anda mengembara akan dapat menjadi sangat efektif.
Tapi awas jangan mikir yang macem2 ya. hehehe..
4. Ambillah sudut pandang orang lainHmm.. untuk poin ini
didasarkan atas andaikata. Artinya, Anda mencoba untuk menempatkan diri pada
posisi orang lain untuk mengetahui reaksi seseorang atas tindakan yang Anda
ambil.
5. Melakukan curah-gagasanDengan melakukan curah-gagasan atau
bahasa kerenya brainstorming dapat memudahkan Anda untuk mendapatkan banyak
gagasan dengan cepat. Proses ini berlandaskan anggapan bahwa sekelompok orang
yang bekerja bersama dibawah pimpinan yang baik dapat memunculkan jauh lebih
banyak ide dan kemungkinan daripada bekerja masing-masing.
6. Belajar menjadi seorang inovator yang baikAnda harus selalu
mencari, menyesuaikan dan mengimplementasikan ide-ide, baik yang baru maupun
yang lama. Anda dapat melakukannya dengan membaca, survei, penelitian atopun
diskusi.
7. Ubahlah kebiasaan dan citra diriUntuk bisa seperti itu, jadilah
orang yang progresif, kembangkanlah atribut-atribut dan motivasi yang di
butuhkan. Tuangkanlah ide Anda dalam bentuk tulisan dan terimalah perubahan dan
tantangan suatu masalah dengan tangan terbuka ato bahasa machonya with arm open
dengan begitu biasakanlah berpikir terbuka dan fleksibel.
MENGENAI FUNGSI OTAK
Otak kanan terlibat dalam kreativitas dan
kemampuan artistik. Sedangkan otak kiri untuk logika dan berpikir
rasional. Berikut mengenai fungsi Otak Kanan dan Otak Kiri.
Perbedaan dua fungsi otak sebelah kiri dan kanan akan membentuk sifat,
karakteristik dan kemampuan yang berbeda pada seseorang. Perbedaan teori fungsi
otak kiri dan otak kanan ini telah populer sejak tahun 1960an, dari hasil
penelitian Roger Sperry.
Otak besar atau cerebrum yang
merupakan bagian terbesar dari otak manusia adalah bagian yang memproses semua
kegiatan intelektual, seperti kemampuan berpikir, menalarkan, mengingat,
membayangkan, serta merencanakan masa depan.
Otak besar dibagi menjadi belahan kiri dan belahan kanan, atau yang lebih dikenal dengan Otak Kiri dan Otak Kanan. Masing-masing belahan mempunyai fungsi yang berbeda. Otak kiri berfungsi dalam hal-hal yang berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat matematika. Beberapa pakar menyebutkan bahwa otak kiri merupakan pusat Intelligence Quotient (IQ).
Sementara itu otak kanan berfungsi dalam perkembangan Emotional Quotient (EQ). Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi. Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, melukis dan segala jenis kegiatan kreatif lainnya.
Belahan otak mana yang lebih baik? Keduanya baik. Setiap belahan otak punya fungsi masing-masing yang penting bagi kelangsungan hidup manusia. Akan tetapi, menurut penelitian, sebagian besar orang di dunia hidup dengan lebih mengandalkan otak kirinya. Hal ini disebabkan oleh pendidikan formal (sekolah dan kuliah) lebih banyak mengasah kemampuan otak kiri dan hanya sedikit mengembangkan otak kanan.
Orang yang dominan otak kirinya, pandai melakukan analisa dan proses pemikiran logis, namun kurang pandai dalam hubungan sosial. Mereka juga cenderung memiliki telinga kanan lebih tajam, kaki dan tangan kanannya juga lebih tajam daripada tangan dan kaki kirinya. Sedangkan orang yang dominan otak kanannya bisa jadi adalah orang yang pandai bergaul, namun mengalami kesulitan dalam belajar hal-hal yang teknis.
Otak besar dibagi menjadi belahan kiri dan belahan kanan, atau yang lebih dikenal dengan Otak Kiri dan Otak Kanan. Masing-masing belahan mempunyai fungsi yang berbeda. Otak kiri berfungsi dalam hal-hal yang berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat matematika. Beberapa pakar menyebutkan bahwa otak kiri merupakan pusat Intelligence Quotient (IQ).
Sementara itu otak kanan berfungsi dalam perkembangan Emotional Quotient (EQ). Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi. Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, melukis dan segala jenis kegiatan kreatif lainnya.
Belahan otak mana yang lebih baik? Keduanya baik. Setiap belahan otak punya fungsi masing-masing yang penting bagi kelangsungan hidup manusia. Akan tetapi, menurut penelitian, sebagian besar orang di dunia hidup dengan lebih mengandalkan otak kirinya. Hal ini disebabkan oleh pendidikan formal (sekolah dan kuliah) lebih banyak mengasah kemampuan otak kiri dan hanya sedikit mengembangkan otak kanan.
Orang yang dominan otak kirinya, pandai melakukan analisa dan proses pemikiran logis, namun kurang pandai dalam hubungan sosial. Mereka juga cenderung memiliki telinga kanan lebih tajam, kaki dan tangan kanannya juga lebih tajam daripada tangan dan kaki kirinya. Sedangkan orang yang dominan otak kanannya bisa jadi adalah orang yang pandai bergaul, namun mengalami kesulitan dalam belajar hal-hal yang teknis.
Ada banyak cara untuk mengetahui apakah seseorang dominan otak
kanan atau dominan otak kiri. Misalnya dengan melihat perilaku sehari-hari,
cara berpakaian, dengan mengisi kuisioner yang dirancang khusus atau dengan
peralatan Electroencephalograph yang bisa mengamati bagian otak mana yang
paling aktif.
Disekitar Anda pastinya ada orang yang pandai dalam ilmu
pengetahuan, tapi tidak pandai bergaul. Sebaliknya ada orang yang pandai
bergaul, tapi kurang pandai di sekolahnya. Keadaan semacam ini disebabkan oleh
ketidakseimbangan antara otak kanan dan otak kiri.
Idealnya, otak kiri dan otak kanan haruslah seimbang dan
semuanya berfungsi secara optimal. Orang yang otak kanan dan otak kirinya
seimbang, maka dia bisa menjadi orang yang cerdas sekaligus pandai bergaul atau
bersosialisasi.
Untuk mengoptimalkan dan menyeimbangkan kinerja dua belahan
otak, Anda bisa menggunakan teknologi CD Aktivasi Otak. Metode ini sangat mudah
diikuti karena Anda hanya perlu mendengarkan semacam musik instrumental yang
dirancang khusus untuk menyelaraskan dan mengaktifkan kedua belahan otak Anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar